PASAR
MONOPOLI
By
: Nila Inesia
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pasar monopoli adalah pasar yang hanya terdapat
satu penjual yang memiliki kekuasaan penuh dalam pangsa pasarnya. Di dalam
tugas ini akan dibahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pasar monopoli,
seperti :
A. Karakteristik Pasar Monopoli.
Dalam
hal ini, ada beberapa karakteristik yang terbentuk pada suatu pasar monopoli
serta karakteristik pasar monopoli yang dilihat dari beberapa aspek ekonomi
seperti produsen dan konsumen. Kemudian, terdapat apa saja hambatan-hambatan di
dalam pasar monopoli yang menjadi kekuatan sebagai pemegang kuasa dalam pasar
ini.
B. Keseimbangan Perusahan dalam Jangka Pendek dan
Jangka Panjang
Keseimbangan
ini diperlukan untuk menganalisis apa dibutuhkan efisiensi yang lebih ketat
lagi untuk menaikkan laba atau promosi dalam jangka panjang ketika diketahui
keseimbangan perusahaan jangka pendek mengalami kerugian.
C. Daya Monopoli
Daya
monopoli (monopoly power) yaitu kemampuan perusahaan melakukan eksploitasi
pasar dalam rangka mencapai laba maksimum hanyalah sebatas kemampuan mengatur
jumlah output dan harga. Daya monopoli
dikatakan makin besar bila keputusan harga dan output perusahaan makin sulit
dilawan oleh pasar.
D. Monopoli Alamiah, Monopoli, dan Monopsoni
Dalam materi
ini dapat kita ketahui mengenai defini ringkas masing-masing dan dapat
membedakan perbedaan diantara ketiganya.
1.2 Tujuan
Tugas
ini disusun bertujuan untuk menambah wawasan mengenai pasar monopoli dan
teori-teori ekonomi mikro yang berkaitan di dalamnya. Diharapkan tugas ini
dapat memberikan manfaat kepada kami dan juga para pembaca.
BAB II
PASAR
MONOPOLI
Suatu industri dikatakan berstruktur monopoli
(monopoly) bila hanya ada satu produsen atau penjual (single firm) tanpa
pesaing langsung atau tidak langsung, baik nyata maupun potensial. Output yang
dihasilkan tidak mempunyai subsitusi (closed substitution).
A.
Karakteristik Pasar Monopoli
Karakteristik
Pasar Monopoli dapat dilihat dari beberapa segi, diantaranya :
1. Produsen
Hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar.
- Konsumen
Para pembeli tidak mempunyai pilihan
lain, kalau mereka menginginkan barang tersebut maka mereka harus membeli dari
perusahaan monopoli tersebut. Syarat-syarat penjualan sepenuhnya ditentukan
oleh perusahaan monopoli itu, dan konsumen tidak dapat berbuat suatu apapun
didalam menentukan syarat jual beli.
- Produk
Barang yang dihasilkan perusahaan
monopoli tidak dapat digantikann oleh barag lain yang ada didalam pasar.
Barang-barang tersebut merupakan satu-satunya jenis barang yang seperti itu dan
tidak terdapat barang mirip yang dapat menggantikan.
- Iklan
Promosi iklan kurang diperlukan.
Namun, apabila terdapat kerugian di dalam keseimbangan jangka pendek, maka
diperlukan peningkatan permintaan melalui promos atau iklan untuk menjaga
keseimbangan perusahaan jangka panjang.
5. Hambatan Masuk Pasar
a. Hambatan Teknis
Kemampuan
bersaing secara teknis menyebabkan perusahaan lain sulit bersaing dengan
perusahaan yang sudah ada. Keunggulan secara teknis ini disebabkan oleh
beberapa hal :
1) Perusahaan memiliki kemampuan dan pengetahuan
khusus yang memungkinkan berproduksi sangat efisien.
2) Tingginya tingkat efisiensi memungkinkan
perusahaan monopolis mempunyai kurva biaya (MC dan AC) menurun. Makin besar
skala produksi, biaya marginal makin menurun, sehingga biaya produksi per unit
(AC) makin rendah (decreasing MC dan AC)
3) Perusahaan memiliki kemampuan control sumber
faktor produksi, baik berupa sumber daya alam, sumber daya manusia maupun
lokasi produksi.
Perusahaan-perusahaan
yang mempunyai daya monopoli karena kemampuan teknis disebut perusahaan
monopolis alamiah (natural monopolist).
b. Hambatan Legalitas
1) Undang-undang dan Hak Khusus
Tidak
semua perusahaan mempunyai daya monopoli karena kemampuan teknis.
Perusahaan-perusahaan yang tidak efisien tetapi memiliki daya monopoli secara
hukum seperti BUMN. Hak khusus tidak hanya diberikan oleh pemerintah, tetapi
juga oleh satu perusahaan kepada perusahaan lainnya contohnya agen tunggal,
importer tunggal, lisensi dan bisnis wara laba (franchise).
2) Hak paten atau Hak Cipta
Hak
paten atau hak cipta adalah monopoli berdasarkan hukum karena
pengetahuan-kemampuan khusus yang menciptakan daya monopoli secara teknik.
Contohnya, PLN.
6. Harga
Dapat Mempengaruhi Penentuan Harga. Perusahaan monopoli
merupakan satu-satunya penjual di dalam pasar, maka perusahaan monopoli mempunyai
kekuasaan penuh dalam menentukan harga barang. Oleh sebab itu, perusahaan
monopoli dipandang sebagai penentu harga atau price setter.
B.
Keseimbangan Perusahaan Jangka Pendek dan Jangka
Panjang
1. Keseimbangan Perusahaan dalam Jangka Pendek
Sebagaimana halnya perusahaan yang bergerak dalam
pasar persaingan sempurna, perusahaan monopoli juga harus menyamakan MR dengan
MC agar mencapai laba maksimum, seperti gambar berikut :

Keterangan
:
a. Laba maksimum Q1
b. MR=MC
c. Besar luas
bidang laba ADCB
d. Jika
output<Q1, laba belum maksimum sebab MR>MC
e. Jika
output>Q1, laba akan berkurang sebab MR<MC
Keseimbangan Perusahaan dalam Jangka Pendek jika
mengalami kerugian :

Monopolis juga dapat menderita rugi.
Namun apabila rugi akan diusahakan agar kerugiannya minimum (juga pada tingkat
output dimana MR=MC). Tingkat output adalah Q, harga P, TR=OPAQ, sedangkan
TC=OCBQ, sehingga daerah kerugiannya PCBA (kerugian yang minimum).
2. Keseimbangan Perusahaan dalam Jangka Panjang
Perusahaan monopoli tidak mempunyai masalah
besar dengan keseimbangan jangka panjang, selama dalam jangka pendek memperoleh
laba maksimum. Hambatan untuk masuk menyebabkan perusahaan monopoli mampu
mendapat laba super normal, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang
kecuali, jika tidak mampu mempertahankan daya monopolinya.
Pada
gambar keseimbangan perusahaan dalam jangka pendek ditunjukkan mengalami
kerugian. Namun, karena biaya rata-rata variabel masih lebh besar dari harga
(AVC > P) untuk sementara perusahaan masih dapat beroperasi.
Bila
ingin mempertahankan eksistensinya dalam jangka panjang, perusahaan harus
mencapai laba dengan cara, yaitu pertama efisiensi agar biaya produksi menjadi
lebih murah ditunjukkan dengan menurunnya kurva AC (AC0 à AC1). Karena biaya rata-rata lebih kecil dari harga
(AVC < P).
Kedua, meningkatkan permintaan dengan melakukan
promosi atau iklan dengan peningkatan permintaan (D1 à D2) menyebabkan P > AC, yaitu memperoleh laba.

C.
Monopoly Power (Daya Monopoli)
Daya monopoli
(monopoly power) yaitu kemampuan perusahaan melakukan eksploitasi pasar dalam
rangka mencapai laba maksimum hanyalah sebatas kemampuan mengatur jumlah output dan harga. Daya monopoli dikatakan
makin besar bila keputusan harga dan output perusahaan makin sulit dilawan oleh
pasar. Lerner mengukur kemampuan perusahaan berlandaskan permintaan yang
dihadapi perusahaan dengan menghitung angka indeks, yang dikenal sebagai indeks
Lerner (Lerner Index).
Dimana L = indeks
Lerner
P = harga output
MC = biaya marjinal
Dari persamaan tersebut, daya monopoli makin besar bila
nilai L makin besar. Indeks Lerner mempunyai nilai antara 0 dan 1. Dalam pasar
persaingan sempurna daya monopoli adalah nol (L=0), karena dalam keseimbangan
harga sama dengan biaya marjinal (P=MC). Besarnya nilai indeks Lerner
dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya:
1. Elastisitas
Harga Permintaan (ElastisitasHarga)
Dalam pasar persaingan sempurna,
elastisitas harga permintaan tak terhingga. Laba maksimum tercapai bila P=MC.
Karena itu dalam pasar persaingan sempurna nilai L sama dengan nol. Perusahaan
tidak memiliki daya monopoli (price taker). Makin inelastis permintaan, maka
besar nilai L atau daya monopoli.
2. Jumlah
Perusahaan Dalam Pasar
Makin sedikit jumlah perusahaan,
daya monopoli makin besar. Dalam pasar persaingan sempurna, jumlah perusahaan
banyak sekali, sehingga konsumen leluasa memilih produsen; Permintaan elastis
sempurna, sehingga nilai L sama dengan nol.
3. Interaksi
Antar perusahaan
Makin solid interaksi antar
perusahaan, makin besar daya monopoli. Dalam pasar persaingan sempurna, karena
jumlah perusahaan sangat banyak, amat sulit melakukan konsolidasi untuk
mencapai kekuataan monopoli. Makin sedikit jumlah perusahaan, makin mudah
melakukan konsolidasi (interaksi). Karena itu, struktur pasar yang berpotensi
besar untuk memiliki daya monopoli besar adalah oligopoli.
Indeks Lerner bukanlah indek laba
(profit index). Sebab lab aberkaitan dengan biaya rata-rata. Walaupun memiliki
daya monopoli yang besar (nilai L besar), tanpa efisiensi perusahaan bahkan
akan mengalami kerugian.
D.
Monopoli
Alamiah, Monopoli dan Monopsoni
1. Monopoli
Alamiah
Perusahaan
yang memilki daya monopoli alamiah disebut monopolis alamiah. Perusahaan ini
mampu melakukan eksploitasi pasar, jika dilihat dari makin besar selisih harga
jual dengan biaya marginal. Contoh perusahaan di Indonesia : Group Salim
(mempunyai hak monopoli legalistis).
Selain
eksploitasi pasar, perusahaan tersebut mampu meningkatkan efisiensi melalui
pengembangan teknologi, manajemen, dan sumber daya manusia. Perusahaan yang
memiliki kekuatan monopoli alamiah, tidak selalu diawali kekuatan teknologi.
Sebaliknya perusahaan yang pada awalnya memiliki kemampuan teknis, dapat
kehilangan, kemampuan monopoli dan tidak mampu menjadi monopolis alamiah.
2. Monopoli
Suatu keadaan di mana
di dalam pasar hanya ada satu penjual sehingga tidak ada perusahaan pesaing
artinya perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai
barang pengganti yang sama. Suatu bentuk hubungan antara permintaan dan
penawaran yang dikuasai oleh satu pelaku ekonomi terhadap permintaan seluruh
konsumen.
3. Monopsoni
Monopsoni
(monopsony) adalah suatu keadaan dimana dalam pasar faktor produksi (tenaga
kerja) hanya ada satu pembeli (single buyer). Karena posisinya sebagai pembeli
tunggal, monopsonis mempunyai kemampuan menentukan upah.
Untuk
mencapai kondisi keseimbangan, upah yang ditetapkan lebih kecil dari ME. Dengan rumus : Total Pengeluaran = tingkat
upah x jumlah tenaga kerja yang ditawarkan.
TE =
W.X ……………………
Untuk
menambah suatu tenaga kerja , maka biaya marginalnya
ME =
∆TE / ∆X
BAB III
KESIMPULAN
Berdasarkan
materi yang telah disajikan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pasar
monopoli sebagai bentuk pasar yang hanya terdapat satu penjual memiliki
kekuatan di dalam pasar karena perusahan monopoli mempunyai efisiensi dan
kemampuan dalam bidang teknologi yang tidak dimiliki perusahaan lain atau
adanya pemberian hak kepada suatu perusahaan untuk menjadi perusahaan monopoli
baik secara hukum atau pemberian hak khusus.
Namun, perusahaan yang berada dalam pasar monopoli pun tidak
dapat begitu saja menikmati kekuasaan di dalam pasar. Kemampuan dan
keseimbangan perusahaan baik jangka pendek dan jangka panjang perlu
diperhatikan. Sebab, dengan semakin majunya zaman dan kemungkinan munculnya
perusahaan lain yang juga memiliki kemampuan efisiensi dan teknologi monopolis
akan berada dalam persaingan baru.
Daya monopoli diperlukan untuk mempertahankan eksistensi hak
monopolis untuk berdiri dan menguasai pasar. Selain itu, terdapat monopsoni
sebagai monopsonis dalam faktor produksi yang hanya terdapat satu pembeli yang
dapat mengatur nilai upah.
PUSTAKA RUJUKAN
Rahardja, Prathama dan Mandala
Manurung. 2010. Teori Ekonomi Mikro.
Jakarta : FE –UI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar