Minggu, 26 Maret 2017

Kasus Pelanggaran Etika

Hai Readers… Sebagai janji pada postingan sebelumnya. Saya menulis bahwa saya akan membagikan mengenai contoh kasus pelanggaran etika. Berikut ini adalah contoh kasus pelanggaran etika yang saya analisis dari beberapa sumber berita yaitu media cetak.

TUGAS KELOMPOK
ANALISIS PELANGGARAN ETIKA ORGANISASI









Oleh :
KELOMPOK 4
Devy Kartika R                     21150500351
Nila Inesia                             11150500502
Syarifah Putri Amalia          11150500540
Wahyu Cahya Adiputra        11150500639
 Yuni Purwi Rahayu              11150500681


TUGAS KELOMPOK
ANALISIS PELANGGARAN ETIKA ORGANISASI








Oleh :
KELOMPOK 4
Devy Kartika R                     21150500351
Khoirunissa Nanda S           11150500508
Nila Inesia                             11150500502
Syarifah Putri Amalia          11150500540
Wahyu Cahya Adiputra        11150500639
 Yuni Purwi Rahayu              11150500681

KASUS PELANGGARAN ETIKA

I.    KASUS PERTAMINA ENERGY TRADING LTD (PETRAL)
1.   PRAKTIK PETRAL
Petral adalah anak perusahaan PT. Pertamina yang mempunyai tugas melakukan ekspor dan impor minyak. Banyak analis menyebutkan Petral adalah perusahaan sarang korupsi. Praktik rent-seeking economy terjadi di dalam anak perusahaan Pertamina ini.
Berbagai kontroversi juga menyeruak terkait kehadiran Petral banyak dihubungkan dengan praktik mafia minyak dan gas di Indonesia. Petral disinyalir menjadi perpanjangan tangan pihak ketiga untuk masuk proses pengadaan minyak. Pihak ketiga inilah yang membocorkan informasi pengadaan minyak, memunculkan perhitungan harga, dan mengatur tender. Sebelum disampaikan ke peserta tender, pihak pembocor menyampaikan kepada jaringan tersebut.
Hasil audit forensik KordaMentha, mengindikasikan secara faktual bahwa ada pertukaran informasi via e-mail dari para pegawai yang berkomunikasi dengan vendor, ketidakefisienan rantai suplai berupa mahalnya harga crude dan produk yang dipengaruhi kebijakan Petral dalam proses pengadaan, ada juga pengaturan tender MIGAS dan kelemahan pengendalian HPS, terjadi anomali dalam pengadaan minyak pada 2012-2014.
Berdasarkan temuan lembaga auditor KordhaMentha, jaringan mafia minyak dan gas (migas) menguasai kontrak suplai minyak senilai US$ 18 miliar atau sekitar Rp 250 triliun selama tiga tahun.

2.   PERTAMINA JAMIN PRAKTIK PETRAL TAK TERULANG
Direktur Utama Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto menjamin bahwa praktik yang pernah dilakukan Petral tidak akan terulang. Pertamina secara resmi membubarkan Petral per 1 Februari 2016 berikut dua anak usahanya lebih dulu dibubarkan lebih dulu, yakni PES (Pertamina Energy Services, di Singapura) dan Zambesi Ltd (Hongkong) pada 17 Desember 2015.
Pembubaran PES masih menunggu penyelesaian utang-piutang dengan perusahaan rekan-rekan. Namun, tak diketahui secara pasti berapa besaran utang-piutang yang harus diselesaikan tersebut. Secara keseluruhan berdasarkan hasil audit, asset Petral berupa utang dagang sebanyak 200 juta dollar AS. Utang dagang itu berasal dari penjualan minyak mentah dan BBM kepada Pertamina selaku induk usaha Petral.
Terkait karyawan Petral yang terindikasi terlibat praktik mafia migas, sudah ada enam orang yang dinonaktifkan. Keenam orang tersebut menempati jabatan setingkat manajer dan sudah diperiksa oleh komisi pemberantasan korupsi (KPK). Mengenai tindak lanjut secara hukum, keenam orang tersebut sepenuhnya sudah diserahkan ke KPK untuk ditindaklanjuti. Hasil audit forensik terhadap Petral yang dilakukan auditor independen juga sudah diserahkan ke KPK pada Oktober 2015 lalu.
Pembubaran Petral adalah rekomendasi dari Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi yang dipimpin Faisal Basri. Berdasarkan penyelidikan tim, ditengarai ada praktik inefiesiensi oleh Petral dalam hal pengadaan serta jual beli minyak mentah dan BBM. Mata rantai pengadaan saat ditangani Petral terlalu panjang dan tidak transparan (Dikutip dari : Koran Kompas, Senin, 11 April 2016).

3.   ANALISIS KASUS
*      Manfaat
Praktik Petral yang ditaksir berlangsung selama tiga tahun (2012-2014) merupakan tindakan yang merugikan negara (masyarakat) karena tindakan tersebut tidak efisien dan transparan, berdasarkan hasil audit forensik yang telah dilakukan.
Jelas, kasus ini tidak memberikan manfaat kepada negara, akibat tindakan tersebut terlalu banyak mata rantai dalam pengadaan serta jual beli minyak mentah dan BBM.
*      Pemenuhan Hak
Pada kasus ini, Petral  masih tetap memenuhi  hak-hak negara dalam pengadaan minyak dan gas (migas), serta BBM. Namun, rantai suplai yang terlalu panjang menyebabkan Pertamina memperoleh harga minyak yang lebih mahal. Terlebih lagi, tindakan Petral disinyalir terdapat jaringan yang membocorkan informasi, memunculkan perhitungan harga, dan mengatur tender sehingga proses pengadaan minyak dan gas menjadi tidak efisien.
Jika kasus ini tidak terjadi, seharusnya negara memiliki hak-hak yang lebih efektif dalam kegiatan ekspor-impor minyak dan gas (migas). Mata rantai pengadaan saat ditangani Petral terlalu panjang dan terindikasi terlibat praktik mafia yang berdampak negatif kepada negara.
Namun, setelah ditindaklanjuti oleh KPK serta ditutupnya Petral dan dua anak usahanya menjadi kabar baik untuk menjamin hak-hak masyarakat ke depannya. Diharapkan kegiatan ekspor-impor lebih efisien dan mencegah keterlibatan mafia di  dalam maupun di luar negeri.
*      Keadilan
Dalam kasus Petral, adanya pihak ketiga yang memperpanjang informasi, perhitungan harga, dan mengatur tender merupakan tindak ketidakadilan dalam pengadaan minyak dan gas (migas). Sebelum disampaikan ke peserta tender, pihak pembocor menyampaikan kepada jaringan tersebut dan harga yang diterima oleh Pertamina cenderung lebih mahal.
Namun,  Pertamina telah berlaku adil dalam merespon kasus Petral dengan menonaktifkan keenam karyawan setingkat manajer yang terindikasi melakukan pelanggaran praktik Petral tersebut. Kemudian, pembubaran Petral yang direkomendasikan oleh Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi yang dipimpin Faisal Basri adalah tindakan tepat untuk memutus mata rantai kebobolan pengadaan migas.
*      Pemeliharaan
Perilaku melanggar kode etik operasional ekspor-impor minyak dan gas (migas) tidak konsisten terhadap tanggung jawab pemeliharaan di dalam organisasi. Sebagai perusahaan milik negara yang berlokasi di luar negeri tentu memiliki tanggung jawab dalam pengadaan minyak dan gas yang efisien dan konsisten.  Pertamina sebagai penyedia migas harus konsisten terhadap anak perusahaan yang dijembataninya dan tidak lepas dalam pengawasan agar kerja organisasi dapat dipertanggungjawabkan.

Ø  Apakah ada faktor yang menyebabkan kriteria tidak terpenuhi sehingga dapat dimaklumi ?
Terdapat faktor yang menyebabkan kriteria tidak terpenuhi, antara lain :
§  Adanya inefesiensi dalam pengadaan minyak dan gas (migas).
§  Pertamina memperoleh harga yang relatif lebih mahal
§  Terlibatnya enam karyawan dalam praktik Petral
§  Pengadaan minyak dan gas (migas) tidak transparan
§  Berdasarkan temuan lembaga auditor KordhaMentha, jaringan mafia minyak dan gas (migas) menguasai kontrak suplai minyak senilai US$ 18 miliar atau sekitar Rp 250 triliun selama tiga tahun.
Ø  Apakah kriteria yang terpenuhi lebih penting dibandingkan kriteria lain?
Salah satu kriteria yang tetap terpenuhi adalah pemenuhan hak. Petral masih tetap menyediakan minyak dan gas kepada Pertamina selama kegiatan tersebut berlangsung. Namun, kriteria ini tidak dapat ditolerir karena adanya permainan harga minyak dan gas yang melibatkan enam karyawan (setingkat manajer) ikut dalam pengadaan minyak yang disinyalir terjaring mafia dalam pengelolaannya.
Ø  Apakah ada faktor diluar kemampuan organisasi yang menyebabkan sebagian kriteria tidak terpenuhi ?
Terdapat faktor diluar kemampuan organisasi yang menyebabkan sebagian kriteria tidak terpenuhi, antara lain :
§  Petral tidak mampu memelihara konsistensi dan tanggung jawab kepercayaan dalam mengadakan kegiatan ekspor-impor minyak dan gas kepada Pertamina. Dalam hal ini, pihak Pertamina menjamin kegiatan serupa tidak akan terulang.
§  Kegiatan yang dilakukan Petral semakin merugikan negara apabila tidak dilakukan pemeriksaan dan tindakan hukum oleh KPK.
§  Jaringan yang disinyalir terlibat mafia yang pada umumnya tidak transparan menyebabkan praktik ini tidak ditindaklanjuti selama tiga tahun berlangsung (2012-2014).
Berdasarkan analisis diatas, terdapat satu kriteria yang terpenuhi namun, kegiatan yang dilakukan Petral tidak dapat ditolerir karena kasus tersebut melanggar etika dalam organisasi atau TIDAK ETIS.
Akan tetapi, proses tindak lanjut yang dilakukan dengan pembubaran Petral, PES, dan Zambesi Ltd merupakan tindakan tepat dalam pemutusan mata rantai mafia minyak dan gas (migas) yang diharapkan dapat memberikan dampak dinamis dalam pengadaan minyak dan gas, serta jual beli BBM demi mengutamakan kepentingan negara.
II.  BUPATI OGAN ILIR MENGGUNAKAN NARKOBA
1.   PENGGUNA DAN PENGEDAR NARKOBA BUPATI OGAN ILIR
Seorang Bupati muda berusia 28 tahun Ahmad Wazir Nofiadi digerebek BNN karena tersangkut narkoba. AWN ditangkap bersama empat temannya saat sedang pesta narkoba dikediamannya di Jalan Musyawarah, Kelurahan Karang Jaya, Palembang, Sumsel.
AWN ditangkap dan dibawa ke kantor BNN di cawang, Jakarta Timur. Namun AWN tidak diborgol dikarenakan jabatannya sebagai kepala daerah. Petugas BNN juga belum mendapat keterangan memgenai kasus tersebut karena kondisi AWN yang belum memungkinkan akibat mengkonsumsi obat-obatan terlarang.
Padahal, dalam masa pemilihannya AWN mempunyai misi  meningkatkan mutu kesehatan masyarakat ini patut dipertanyakan. Selain itu, Parpol yang mengusung AWN mengaku melihat calon yang diusung dari visi misi mereka tidak menilai sampai rinci. Walaupun, dilakukan tes kesehatan, hasilnya langsung disampaikan kepada KPUD tanpa melewati Parpol.
Setelah dilakukan penindakan oleh BNN atas kasus ini, pada akhirnya AWN disematkan sebagai tersangka pengguna dan pengedar narkoba. Berdasarkan keputusan BNN, Mendagri bertindak tegas dengan langsung memberhentikan AWN sebagai Bupati Ogan Ilir. Bupati yang baru pun telah dilantik oleh Gubernur Sumsel, Alex Noerdin.

2.   ANALISIS KASUS
*      Manfaat
Tindakan yang dilakukan oleh Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Nofiadi tidak hanya melanggar etika namun, tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum pidana sebagai pengguna dan pengedar narkoba. Sebagai tersangka, AWN telah merugikan banyak pihak terutama dalam sangkut paut pengedaran narkoba di daerah. Tak hanya merugikan orang lain, AWN telah merugikan dirinya sendiri dan keluarganya dengan menggunakan narkoba. AWN telah mencoreng citra ayahnya yang dulunya seorang mantan bupati.
*      Pemenuhan Hak
Sebagai seorang pejabat, AWN sudah sepatutnya memenuhi hak-hak masyarakat di daerahnya. Tetapi, dengan kasus yang terjadi dan diberhentikan dari jabatannya AWN tidak dapat melaksanakan misinya sebagai kepala daerah. Namun, setelah diberhentikan oleh Mendagri dan posisinya digantikan, masyarakat masih memiliki harapan untuk lebih baik kedepannya.
AWN yang tergolong berusia muda seharusnya lebih banyak mempunyai pemikiran kedepan dan rencana-rencana untuk membangun daerahnya. Sayangnya, tindakan AWN telah menggugurkan apresiasi masyarakat yang memilihnya untuk memiliki kepala daerah yang memegang amanat, jujur, dan berdedikasi.
*      Keadilan
Kegiatan menggunakan dan mengedar narkoba adalah perbuatan ketidakadilan yang merugikan negara serta masyarakat daerah tersebut. Selain ada pihak-pihak lain yang ikut menggunakan narkoba, alih-alih kedudukan AWN menjadi kepala daerah dijembatani oleh ayahnya yang dulu menjadi bupati. Tidak adil bagi masyarat jika pemimpin mereka adalah seorang tersangka kasus narkoba. Padahal, mungkin saja dalam masa pemilihan kepala daerah ada calon lain yang dapat memegang amanat masyarakat.
Dalam proses penindaklanjutan kasus ini, keputusan Mendagri tegas dan memberikan keadilan bagi para pelaku dan masyarakat agar terciptanya pemerintahan yang bersih dari narkoba. AWN telah mendapat hukuman pidana atas perbuatannya dan masyarakat dapat mengirup nafas lega atas dinonaktifkannya Bupati mereka.
*      Pemeliharaan
Dalam catatan pemerintahan, kasus AWN merupakan kasus pertama seorang kepala daerah menggunakan dan mengedarkan narkoba. Tindakan ini telah mencoreng konsistensi dan tanggung jawab kepala daerah. Maka, pemecatan AWN dari jabatannya dapat menjaga kembali pemeliharaan di dalam pemerintahan daerah.
Berdasarkan analisis diatas, Kasus Kepala Daerah Ogan Ilir tercatat sebagai tindak pelanggaran narkoba pertama sebagai kepala daerah. Tindakan yang dilakukan AWN tidak memenuhi satu kriteria pun karena tindakan tersebut tidak hanya melanggar kode etik juga melanggar hukum pidana yang berlaku. Maka, dapat disimpulkan bahwa tindakan AWN adalah TIDAK ETIS.
Adapun proses penggerebekan, pemeriksaan, dan pemberhentian AWN sebagai kepala daerah adalah tindakan tegas yang dilakukan pemerintah untuk menjaga lingkungan permerintahan dari jaringan pengedar dan penggunaan narkoba.

Perkenalan Blogger

Hai.. Sobat..
Sudah dua kali saya memposting blog namun baru kali ini saya menulis untuk memperkenalkan diri sebagai seorang blogger. Dulu, blog ini berisi mengenai berita-berita terbaru namun karena saya ingin mengubah isi dari blog saya ini,saya memutuskan untuk menghapus semua konten blog saya dari awal membuat blog dan sampai terakhir dua tahun lalu.

Sekedar memperkenalkan diri. Saya seorang mahasiswi jurusan akuntasi disalah satu Sekolah Tinggi di Bekasi. Setelah berpikir beberapa kali, akan lebih bermanfaat kalau saya dapat berbagi mengenai ilmu-ilmu yang saya terima selama kuliah dengan mempostingnya di blog ini. Barang kali materi-materi kuliah yang akan saya posting sampai nanti saya lulus dapat membantu mahasiswa lain di luar sana untuk menambah ilmu mereka. 

Dan saya juga menawarkan kepada para pembaca apabila mempunyai permintaan materi yang ingin diketahui dapat disampaikan melalui kolom komentar. Namun, jika permintaan tersebut saya juga sudah atau sedang mempelajarinya hehe.. Karena saat ini saya masih duduk disemester 4 =D

Untuk postingan selanjutnya saya akan membagi materi kuliah mengenai contoh kasus pelanggaran etika. Materi ini masuk dalam Mata Kuliah Pengantar Manajemen.

Sekian.. Dan terus menjadi pembaca yang cerdas ya sobat.

"Your Mind is Yours that Will Bring You to Your Best Future"
Allah always bless you...

Pengantar Bisnis - Memahami Proses Pemasaran dan Perilaku Konsumen

MEMAHAMI PROSES PEMASARAN
DAN PERILAKU KONSUMEN
PEMASARAN
Proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, serta distribusi atas gagasan barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memenuhi sasaran perseorangan dan organisasi.
Memberikan Nilai dan Kepuasan
Konsumen membeli barang dan jasa yang menawarkan nilai terbaik sewaktu harus memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka.
Nilai dan Manfaat
Nilai membandingkan manfaat produk degan biayanya. Manfaat produk bernilai tinggi jauh lebih besar dari biayanya. Manfaat tidak hanya mencakup fungsi produk, melainkan juga kepuasan emosional yang terkait dengan memiliki, mengalami, atau mendapatkannya.
Nilai = Manfaat / Biaya
Strategi pemasaran dari perusahaan yang unggul berfokus pada nilai yang semakin tinggi bagi pelanggan. Sumber daya pemasaran disebarkan untuk menambah nilai pada produk dalam rangka memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
Nilai dan Kegunaan
Produk memberikan kegunaan kepada konsumen—kemampuan produk memuaskan keinginan atau kebutuhan manusia.
Pemasaran berusaha keras untuk memberikan empat jenis kegunaan:
1.      Kegunaan waktu                   :           Menyediakan produk ketika konsumen membutuhkannya.
2.      Kegunaan tempat                  :           Menyediakan produk di tempat pelanggan dapat melakukan pembelian yang nyaman.
3.      Kegunaan kepemilikan        :           Konsumen dapat dengan nyaman menggunakan produk yang dibelinya.
4.      Kegunaan bentuk                  :           Jika seorang konsumen dapat memanfaatkan bentuk produk yang dibeli menjadi bentuk lainnya yang lebih disukainya.
Pemasaran memainkan peran dalam keseluruhan empat bidang yaitu menentukan waktu, tempat, syarat penjualan, dan ciri-ciri produk yang memberikan kegunaan dan menambah nilai bagi pelanggan.
Barang,  Jasa, dan Gagasan.
Barang
§  Barang konsumsi
Produk-produk yang dibeli oleh konsumen untuk penggunaan pribadi.
§  Barang Industri
Produk-produk yang dibeli oleh perusahaan untuk memproduksi produk lain.
Jasa
Produk-produk yang tidak berwujud, seperti keahlian, waktu, atau beberapa aktivitas, yang dapat dibeli.
Pemasaran Relasional
Strategi Pemasaran yang menekankan pada hubungan yang terus berlanjut dengan pelanggan dan pemasok, bukan sekedar pada satu transaksi tunggal saja. Hubungan yang lebih kuat, yang meliputi pertalian ekonomi dan sosial yang lebih kuat, dapat menghasilkan kepuasan dan loyalitas pelanggan pada tingkatan yang lebih tinggi.
LINGKUNGAN PEMASARAN
Lingkungan Eksternal : Faktor-faktor luar yang mempengaruhi program-program pemasaran melalui kesempatan atau ancaman.
1.   Lingkungan Politik-Hukum
Kegiatan-kegiatan politis baik luar negeri maupun domestik, telah berpengaruh pada dunia usaha. Untuk mendapatkan dukungan masyarakat atas sejumlah produk dan kegiatan mereka, para tenaga pemasaran menggunakan kampanye lokal, regional, atau pun nasional.
2.   Lingkungan Sosial-Budaya
Perubahan nilai sosial mendorong perusahaan mengembangkan dan mempromosikan produk-produk baru baik untuk konsumen individual maupun untuk pelanggan industri.

3.   Lingkungan Teknologi
Teknologi-teknologi baru menciptakan barang-barang baru, tentu saja membuat beberapa produk yang masih beredar menjadi kurang diminati, dan beberapa produk baru mengubah nilai-nilai serta gaya hidup.

4.   Lingkungan Ekonomi
Kondisi ekonomi menentukan pola pengeluaran konsumen, dunia usaha, dan pemerintah. Jadi, kondisi ekonomi mempengaruhi setiap rencana pelaku pemasaran dalam penawaran produk, penetepan harga, dan strategi promosi.

5.   Lingkungan Persaingan
Dalam lingkungan yang persaingannya sengit, tenaga pemasaran harus meyakinkan pembeli bahwa mereka harus membeli produk mereka, bukannya membeli produk yang dijual oleh penjual yang lain.
Tenaga-tenaga pemasaran menentukan cara terbaik menempatkan produk-produk mereka sendiri untuk tiga tipe persaingan :
*     Produk Subtitusi berbeda dari produk pesaing tetapi dapat mengisi kebutuhan yang sama.
*     Persaingan Merek terjadi antara produk-produk yang serupa. Persaingan didasarkan pada persepsi pembeli mengenai manfaat produk yang ditawarkan oleh perusahaan yang bersangkutan.
*     Persaingan Internasional menyandingkan produk-produk pelaku pemasaran domestik terhadap pesaing asing.




Strategi : Bauran Pemasaran
Manajer Pemasaran bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan seluruh kegiatan bauran pemasaran yang menghasilkan perpindahan barang atau jasa kepada konsumennya. Rencana pemasaran ialah strategi yang rinci dan terfokus untuk mengarahkan bauran pemasaran agar dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
Dalam merencanakan dan melaksanakan strategi, para manajer pemasaran mengembangkan empat komponen dasar (4P) dari bauran pemasaran (marekting mix) yaitu : product (produk), pricing (penetapan harga), place (penempatan), dan promotion (promosi).
1.   Produk
Pemasaran dimulai dengan produk. Barang, jasa, atau gagasan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan demikian, menyusun dan mengembangkan produk-produk baru itu merupakan tantangan bagi para tenaga pemasaran, yang harus selalu mempertimbangkan faktor perubahan-perubahan teknologi, perubahan keinginan dan kebutuhan konsumen, serta kondisi ekonomi.

v Diferensiasi Produk
            Produsen lain sering kali mempromosikan kelebihan dan keistimewaan produk-produk mereka demi membedakan mereka di lingkunngan pasar.

2.   Penetapan Harga
Memilih harga jual yang paling sesuai kadang-kadang merupakan tindakan penyeimbangan. Di satu sisi, harga harus mendukung beragam biaya:biaya operasional, administrasi, dan riset selain juga biaya pemasaran. Di sisi lain, harga tidak dapat terlalu tinggi karena konsumen dapat berpaling ke produk-produk pesaing. Penetapan harga yang berhasil berarti mencari harga yang menguntungkan di antara kedua kebutuhan tersebut.




3.   Distribusi
Dalam bauran pemasaran, penempatan mengacu pada distribusi. Menempatkan produk ke outlet yang sesuai seperti toko eceran, memerlukan keputusan mengenai sejumlah aktivitas distribusi, yang keseluruhannya berkaitan dengan cara menyampaikan produk tersebut dari produsen ke konsumen.

4.   Promosi
Komponen bauran pemasaran yang paling terlihat nyata adalah promosi, yang mengacu pada teknik-teknik mengomunikasikan informasi mengenai suatu produk.
*     Iklan
Iklan merupakan bentuk komunikasi nonpersonal yang digunakan untuk membujuk atau meberi informasi pembeli potensial mengenai produk pihak yang bersangkutan.
*     Penjualan Langsung
Banyak produk yang lebih baik dipromosikan melalui penjualan langsung kepada pembelinya (person-to-person-sales). Penjualan langsung dilakukan untuk barang industri. Ketika suatu perusahaan membeli dari perusahaan lainnya, agen pembelian dan orang lain yang membutuhkan bantuan teknis dan informasi secara detail biasanya kepada perwakilan penjualan perusahaan.
*     Promosi Penjualan
Biasanya barang yang relatif murah sering kali dipaksakan melalui promosi penjualan, yang biasanya berupa bujukan langsung kepada pembelinya.
*     Hubungan Masyarakat
Semua bentuk komunikasi yang bertujuan untuk membentuk citra yang baik sebuah perusahaan termasuk ke dalam hubungan masyarakat. Usaha yang dilakukan ditujukan untuk membangun sikap positif terhadap organisasi dan produknya.




TARGET PEMASARAN DAN SEGMENTASI PASAR
Ø  Pasar sasaran
Kelompok orang-orang yang memiliki keinginan dan kebutuhan yang serupa.
Ø  Segmentasi pasar
Proses pembagian pasar ke dalam kategori jenis pelanggan.
Mengidentifikasi Segmen Pasar
Anggota segmen pasar harus memiliki beberapa sifat umum yang akan mempengeruhi keputusan pembelian mereka. Dalam mengidentifikasi berbagai segmen, para peneliti mencari sejumlah pengaruh berbeda pada perilaku konsumen. Empat yang paling penting adalah variabel geografis, demografis, psikografis, dan variabel perilaku.
1.      Variabel geografis
Unit geografis yang dapat dipertimbangkan dalam mengembangkan strategi segmentasi.
2.      Variabel demografis
Karakteristik populasi yang dapat dipertimbangkandalam mengembangkan strategi segmentasi.
3.      Variabel psikografis
Karakteristik konsumen seperti gaya hidup. Pendapat, minat dan sikap yang dapat dipertimbangkan dalam mengembangkan stategi segmentasi.
4.      Variabel perilaku
Karakteristik konsumen yang didasarkan pada cara-cara konsumenenggunakan produk, manfaat yang mereka harapkan dari produk tersebut, alasan mereka membelinya, dan kesetiaan mereka terhadap produk tersebut.
RISET PEMASARAN
Keputusan pemasaran jarang sempurna, dan dalam dunia persaingan kini, konsekuensi pilihan perusahaan mengenai bauran pemasaran dan strategi segmentasi pasar akan dapat berlangsung lama. Keefektifannya bergantung pada usaha untuk menghindari kesalahan arah dan pada pengambilan keputusan yang berfokus pada pelanggan serta berdasarkan informasi tepat waktu yang valid mengenai tren di lingkungan pasar. Salah satu alat yang berpengaruh adalah riset pemasaran. Riset pemasaran adalah studi mengenai kebutuhan dan keinginan konsumen serta bagaimana mencari cara-cara terbaik agar pejual dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
Proses Riset
Terdapat lima tahap dasar dalam melaksanakan riset pasar :
1)     Mempelajari situasi akhir. Apa yang dibutuhkan dan apa yang telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut ?
2)     Metode memilih riset. Para pemasar harus mempertimbangkan keefektifan dan biaa berbagai pilihan.
3)     Mengumpulkan data.
§  Data sekunder
Data yang tlah tersedia sebagai hasil dari riset sebelumnya.
§  Data primer
Data yang dikembangkan dari riset yang baru dilakukan.

4)     Menganalisis data. Suatu data diolah menjadi informasi.
5)     Mempersiapkan laporan. Mencakup metodologi dan riset pada studi tersebut, harus mengidentifikasi pemecahan masalah dan, bila sesuai, membuat rekomendasi tindakan yang terbaik.
Metode Riset
Keberhasilan studi riset pasar seringkali bergantung pada kesesuaian metode yang digunakan. Empat metode dasar riset pasar :
1)     Observasi
Teknik riset pemasaran yang dilakukan dengan melihat dan mencatat perilaku konsumen.
2)     Survei
Teknik riset pemasaran dengan menggunakankuesioner yang dikirimkan kepadaperseorangan ataupun digunakan sebagai dasar wawancara.
3)     Kelompok fokus
Teknik riset pemasaran dengan sekelompok individu yang berkumpul di satu tempat, mengemukakan permasalahan, dan diminta untuk membahasnya.

4)     Percobaan
Teknik riset pemasaran yang mencoba untuk membandingkan tanggapan individu yang sama atau serupa pada situasi yang berbeda-beda.
PERILAKU KONSUMEN
Pengaruh-pengaruh pada perilaku konsumen
Untuk memahami perilaku konsumen, tenaga-tenaga pemasaran sangat bergantung pada bidang psikologi dan sosiologi. Hasilnya berfokus pada empat bidang yang menjadi pengaruh utama terhadap perilaku konsumen :
1)     Pengaruh psikologi mencangkup motivasi, persepsi, kemampuan belajar dan sikap individu
2)     Pengaruh pribadi mencakup gaya hidup, kepribadian, dan status ekonomi
3)     Pengaruh sosial mencangkup keluarga, pendapat pemimpin dan kelompok referensi lainnya seperti teman, rekan sekerja dan rekan seprofesi
4)     Pengaruh budaya mencakup budaya, subkultur, dan kelas sosial.
Walaupun seluruh faktor itu dapat berdampak besar pada pilihan konsumen, dampak faktor-faktor itu terhadap pembelian aktual pada beberapa produk menjadi sangat lemah. Beberapa konsumen misalnya, meperlihatkan loyalitas merek yang tinggi, yang berarti mereka secara rutin pembeli produk-produk karena mereka puas atas kinerja merek produk itu. Orang-orang seperti itu umumnya tidak rentan terhadap pengaruh yang lazim dan tetap setia pada merek-merek terpilih.
Proses Pembelian Konsumen
Mahasiswa studi perilaku konsumen telah membuat berbagai model untuk membantu tenaga pemasaran memahami keputusan konsumen membeli produk.
Kesadaran akan masalah/kebutuhan
Proses pembelian dimulai apabila konsumen menyadari suatu masalah atau kebutuhan. Setelah berolahraga berat misalnya, anda menyadari bahwa anda haus dan perlu minum. Kesadaran akan kebutuhan juga terjadi sewaktu anda memiliki peluang untuk mengubah kebiasaan membeli anda.

Pencarian informasi
Apabila telah menyadari kebutuhan, konsumen sering mencari informasi. Pencarian tersebut tidak selalu dilakukan secara intens, tetapi sebelum melakukan pembelian besar, banyak orang mencari informasi dari sumber-sumber pribadi, masyarakat, umum dan pengalaman.
Evaluasi Alternatif
Apabila anda berada di pasar untuk mencari satu set peralatan ski, anda mungkin bertanya-tanya siapa yang membuat alat ski dan mengapa alat itu berbeda. Anda mungkin mengumpulkan beberapa pengetahuan itu selama tahap pencarian informasi dan menggabungkannya dengan apa yang telah anda ketahui sebelumnya. Dengan menganalisis atribut produk yang ada pada produk tertentu, anda akan mempertimbangkan pilihan anda dan memutuskan produk apa yang paling memenuhi kebutuhan anda.
Keputusan Membeli
Akhirnya, para konsumen harus membuat keputusan membeli. Keputusan membeli didasarkan pada motif yang rasional, emosional, atau keduanya. Motif rasional mencakup evaluasi yang logis atas sejumlah atribut produk : biaya, kualitas dan kegunaan. Motif emosional mencakup faktor-faktor non-objektif dan mencangkup kemampuan bersosialisasi, meniru orang lain, serta estetika.
Evaluasi Pascapembelian
Pemasaran tidak berhenti dengan terjualnya produk. Tenaga-tenaga pemasaran ingin konsumennya puas setelah mengonsumsi produknya sehingga mereka diharapkan akan membelinya kembali. Konsumen yang tidak puas pasti tidak akan membeli lagi produk-produk yang sama. Selain itu, konsumen yang tidak puas cenderung mengumbar pengalaman buruk mereka daripada konsumen yang merasa puas.
Penyimpanan Data dan Penggalian Data
Hampir yang anda lakukan meninggalkan jejak informasi tentang anda.pilihan anda dalam rental film, melihat televisi, situs internet dan grosir; kemana anda melpon, tagihan kartu kredit, status keuangan, informasi pribadi tentang usia, jenis kelamin, status perkawinan dan bahkan kesehatan, semuanya hanya sedikit dari butir-butir dalam gudang data besar yang disimpan tentang masing-masing orang. Pengumpulan, penyimpanan dan pengambilan kembali data dalam bentuk berkas elektronik disebut penyimpanan data. Bagi periset pemasaran, gudang data itu adalah tambang emas yang berisi petunjuk tentang perilaku konsumen.
Manfaat Penggalian Data
Setelah mengumpulkan informasi, pemasaran menggunakan penggalian data. Aplikasi teknologi elektronik untuk mencari, menyaring dan mengorganisasi ulang kumpulan data guna menyingkapkan informasi pemasaran yang bermanfaat serta merencanakan produk baru yang akan menarik segmen sasaran dilingkungan pasar. Dengan menggunakan penggalian data, misalnya, perusahaan asuransi Farmers group menemukan bahwa mobil sport sebenarnya tidak beresiko sangat tinggi bagi asuransi jika itu bukan satu-satunya mobil keluarga. Dikalangan pengecer, wal mart sudah lama menjadi perintis penggalian data, karena barangkali memiliki gudang data paling besar di dunia yang dilakukan secara privat.
Perilaku Pemasaran dan Pembelian Organisasi
Pemasaran kepada para pembeli itu mencakup berbagai jenis pasar organisasi yang berbeda dan dengan perilaku yang cukup berbeda dibandingkan yang ditemukan pada pasar konsumen.
Pasar Organisasi
Pasar organisasi atau pasar komersil dapat dibagi kedalam tiga kategori, yaitu:
1.      Pasar Industri.
Pasar Industri, mencakup bisnis yang membeli barang-barang yang tergolong ke dalam salah satu dari dua kategori: barang yang diubah menjadi produk lain dan barang-barang yang digunakan selama produksi.
2.      Pasar Pedagang Perantara
Sebelum produk-produk mencapai konsumen, mereka melewati pasar pedagang perantara yang terdiri dari perantara, meliputi pedagang besar dan pengecer, yang membeli barang jadi dan menjualnya kembali.


3.      Pasar Pemerintah dan Institusi
Pasar pemerintah merupakan organisasi pemerintahan yang membelanjakan sejumlah uang untuk barang-barang tahan lama, barang-barang tidak tahan lama, jasa dan konstruksi. Sedangkan, pasar institusi terdiri dari organisasi non-pemerintah, yang menggunakan perlengkapan dan peralatan, selain jasa hukum, akuntansi, dan transportasi.
Perilaku Pembelian Organisasi
Dalam banyak hal, perilaku organisasi hanya memiliki sedikit persamaan dengan para profesional, spesialis, dan pakar:
1.      Sebagai profesional, pembeli organisasi dilatih mengenai pengaturan hubungan antara pembeli dan penjual serta mengenai metode untuk melakukan negosiasi dengan pembeli.
2.      Sebagai ketentuan, pembeli industri merupakan para spesialis perusahaan berbagai lini produk.
3.      Sebagai parak di bidang produk yang akan mereka beli.
Perbedaan Hubungan Pembeli dan Penjual
Hubungan antara konsumen dan penjual kadang-kadang bersifat tidak pribadi dan berumur pendek; hubungan itu sering kali berupa interaksi satu kali yang dilakukan secara singkat. Sebaliknya, situasi industri sering kali mencakup hubungan pembeli dan penjual dalam frekuensi yang sering dan berlangsung lama. Pengembangan hubungan kedua belah pihak dalam jangka panjang bermanfaat bagi keduanya.
Bauran Pemasaran Internasional
Memasarkan produk-produk secara internasional berarti menyusun strategi unuk mendukung operasi bisnis secara global.
Produk-Produk Internasional
Beberapa produk dapat dijual di luar negeri tanpa perubahan. Namun, kadang-kadang produk yang dirancang ulang akan memenuhi kebutuhan pembeli asing. Contoh, komputer dalam bahasa indonesia, cina dan sebagainya.

Penetapan Harga Internasional
Sewaktu menetapkan harga untuk pasar internasional, tenaga-tenaga pemasaran harus menelaah seluruh pertimbangan penetapan harga domestik sambil mempertimbangkan biaya transportasi dan penjualan produk di luar negeri yang lebih tinggi.
Distribusi Internasional
Dalam beberapa industri, keterlambatan dalam memulai jaringan kerja distribusi baru mahal biayanya. Dengan demikian, perusahaan dengan sistem distribusi yang sudah ada sering kali menikmati keunggulan terhadap bisnis-bisnis baru.
Promosi Internasional
Tenaga pemasaran juga harus sadar bahwa perbedaan budaya dapat menjadi penyebab tanggapan negatif terhadap produk yang pengiklanannya tidak benar.
Bisnis Kecil dan Bauran Pemasaran
Banyak perusahaan terbesar saat ini dulunya berangkat dari bisnis kecil. Keberhasilan perusahaan-perusahaan kecil terletak pada aplikasi konsep pemasaran dan pertimbangan yang cermat atas tiap-tiap elemen bauran pemasaran.
Produk-Produk Bisnis Kecil
Beberapa produk dan perusahaan baru menemui ajalnya di awal usahanya hanya karena sedikit konsumen yang menginginkan atau membutuhkan produk yang mereka tawarkan. Banyak yang gagal memperkirakan potensi pasar yang realistis, dan ada yang menawarkan produk baru sebelum memiliki gambaran yang jelas tentang segmen sasaran mereka.
Penetapan Harga pada Bisnis Kecil
Kesalahan penetapan harga pada bisnis berskala kecil diakibatkan oleh kegagalan dalam memproyeksikan beban operasi secara akurat.
Distribusi Bisnis Kecil
Kemampuan berbagai bisnis berskala kecil untuk menark perhatian dan mempertahankan konsumen sebagian bergantung pada pilihan lokasi.
Promosi Bisnis Kecil
Bisnis berskala kecil yang sukses akan merencanakan beban biaya promosi  sebagai bagian dari biaya awal (star-up cost) . Beberapa bisnis menekan biaya-biaya dengan memanfaatkan metode-metode promosi yang lebih murah. Bisnis berskala kecil lainnya telah berhasil dengan cara mengidentifikasikan diri mereka sendiri dan produknya dengan kelompok, organisasi, dan peristiwa yang berkaitan.




Pengantar Bisnis

Pengantar Bisnis Download PPT https://docs.google.com/presentation/d/1bs_Fu-eHGh1wk0_niiKD2k8HneOukK1q90mcGQzV5_4/edit?usp=sharing PPT Ke...